Inspiratif: Ini KISAH NYATA, Mohon Dibaca Pelan-pelan Sampai Rampung

BacaIntisari - Bismillahir-Rahmaanir-Rahim... Agnes adalah sosok wanita Katolik taat. Setiap malam, ia beserta keluarganya rutin berdoa bersama. Bahkan, saking taatnya, saat Agnes dilamar Martono, kekasihnya yang beragama Islam, dengan tegas ia mengatakan, “Saya lebih mencintai Yesus Kristus dari pada manusia!”

Ketegasan prinsip Katolik yang dipegang wanita itu menggoyahkan Iman Martono yang muslim, namun jarang melakukan ibadah sebagaimana layaknya orang beragama Islam. Martono pun masuk Katolik, sekedar untuk bisa menikahi Agnes. Tepat tanggal 17 Oktober 1982, mereka melaksanakan pernikahan di Gereja Ignatius, Magelang, Jawa Tengah.

Usai menikah, lalu menyelesaikan kuliahnya di Jogjakarta, Agnes beserta sang suami berangkat ke Bandung, kemudian menetap di salah satu kompleks perumahan di wilayah Timur kota kembang. Kebahagiaan terasa lengkap menghiasi kehidupan keluarga ini dengan kehadiran tiga makhluk kecil buah hati mereka, yakni: Adi, Icha dan Rio.


Di lingkungan barunya, Agnes terlibat aktif sebagai jemaat Gereja Suryalaya, Buah Batu, Bandung. Demikan pula Martono, sang suami. Selain juga aktif di Gereja, Martono saat itu menduduki jabatan penting, sebagai kepala Divisi Properti PT Telkom Cisanggarung, Bandung.

Karena Ketaatan mereka memegang iman Katolik, pasangan ini bersama beberapa sahabat se-iman, sengaja mengumpulkan dana dari tetangga sekitar yang beragama Katolik. Mereka pun berhasil membeli sebuah rumah yang ‘disulap’ menjadi tempat ibadah (Gereja,red).

Uniknya, meski sudah menjadi pemeluk ajaran Katolik, Martono tak melupakan kedua orangtuanya yang beragama Islam. Sebagai manifestasi bakti dan cinta pasangan ini, mereka memberangkatkan ayahanda dan ibundanya Martono ke Mekkah, untuk menunaikan rukun Islam yang kelima.

Hidup harmonis dan berkecukupan mewarnai sekian waktu hari-hari keluarga ini. Sampai satu ketika, kegelisahan menggoncang keduanya. Syahdan, saat itu, Rio, si bungsu yang sangat mereka sayangi jatuh sakit. Panas suhu badan yang tak kunjung reda, membuat mereka segera melarikan Rio ke salah satu rumah sakit Kristen terkenal di wilayah utara Bandung.

Di rumah sakit, usai dilakukan diagnosa, dokter yang menangani saat itu mengatakan bahwa Rio mengalami kelelahan. Akan tetapi Agnes masih saja gelisah dan takut dengan kondisi anak kesayangannya yang tak kunjung membaik.

Saat dipindahkan ke ruangan ICU, Rio, yang masih terkulai lemah, meminta Martono, sang ayah, untuk memanggil ibundanya yang tengah berada di luar ruangan. Martono pun keluar ruangan untuk memberitahu Agnes ihwal permintaan putra bungsunya itu.

Namun, Agnes tak mau masuk ke dalam. Ia hanya mengatakan pada Martono, ”Saya sudah tahu.” Itu saja.

Martono heran. Ia pun kembali masuk ke ruangan dengan rasa penasaran yang masih menggelayut dalam benak.

Di dalam, Rio berucap, “Tapi udahlah, Papah aja, tidak apa-apa.”

“Papah, hidup ini hanya 1 centi. Di sana nggak ada batasnya,” lanjutnya.

Sontak, rasa takjub menyergap Martono. Ucapan bocah mungil buah hatinya yang tengah terbaring lemah itu sungguh mengejutkan. Nasehat kebaikan keluar dari mulutnya seperti orang dewasa yang mengerti agama.

Hingga sore menjelang, Rio kembali berujar, “Pah, Rio mau pulang!”

“Ya, kalau sudah sembuh nanti, kamu boleh pulang sama Papa dan Mama,” jawab Martono.

“Ngga, saya mau pulang sekarang. Papah, Mamah, Rio tunggu di pintu surga!” begitu, ucap Rio, setengah memaksa.

Belum hilang keterkejutan Martono, tiba-tiba ia mendengar ‘bisikan’ yang meminta dia untuk membimbing membacakan syahadat kepada anaknya. Ia kaget dan bingung. Tapi perlahan Rio dituntun sang ayah, Martono, membaca syahadat, hingga kedua mata anak bungsunya itu berlinang. Martono hafal syahadat, karena sebelumnya adalah seorang Muslim.

Tak lama setelah itu ‘bisikan’ kedua terdengar, bahwa setelah adzan Maghrib Rio akan dipanggil sang Pencipta. Meski tambah terkejut, mendengar bisikan itu, Martono pasrah. Benar saja, 27 Juli 1999, persis saat sayup-sayup adzan Maghrib, berkumandang Rio menghembuskan nafas terakhirnya.

Tiba jenazah Rio di rumah duka, peristiwa aneh lagi-lagi terjadi. Agnes yang masih sedih waktu itu seakan melihat Rio menghampirinya dan berkata, “Mah saya tidak mau pakai baju jas mau minta dibalut kain putih aja.”

Saran dari seorang pelayat Muslim, bahwa itu adalah pertanda Rio ingin dishalatkan sebagaimana seorang Muslim yang baru meninggal.

Setelah melalui diskusi dan perdebatan diantara keluarga, jenazah Rio kemudian dibalut pakaian, celana dan sepatu yang serba putih kemudian dishalatkan. Namun, karena banyak pendapat dari keluarga yang tetap harus dimakamkan secara Katolik, jenazah Rio pun akhirnya dimakamkan di Kerkov. Sebuah tempat pemakaman khusus Katolik, di Cimahi, Bandung.
Sepeninggal Rio ...

Sepeninggal anaknya, Agnes sering berdiam diri. Satu hari, ia mendengar bisikan ghaib tentang rumah dan mobil. Bisikan itu berucap, “Rumah adalah rumah Tuhan dan mobil adalah kendaraan menuju Tuhan.”

Pada saat itu juga Agnes langsung teringat ucapan mendiang Rio semasa TK dulu, ”Mah, Mbok Atik nanti mau saya belikan rumah dan mobil!” Mbok Atik adalah seorang muslimah yang bertugas merawat Rio di rumah.

Saat itu Agnes menimpali celoteh si bungsu sambil tersenyum, “Kok Mamah ga dikasih?”
“Mamah kan nanti punya sendiri” jawab Rio, singkat.

Entah mengapa, setelah mendengar bisikan itu, Agnes meminta suaminya untuk mengecek ongkos haji waktu itu. Setelah dicek, dana yang dibutuhkan Rp. 17.850.000.

Dan yang lebih mengherankan, ketika uang duka dibuka, ternyata jumlah totalnya persis senilai Rp 17.850.000, tidak lebih atau kurang sesenpun. Hal ini diartikan Agnes sebagai amanat dari Rio untuk menghajikan Mbok Atik, wanita yang sehari-hari merawat Rio di rumah.

Singkat cerita, di tanah suci, Mekkah, Mbok Atik menghubungi Agnes via telepon. Sambil menangis ia menceritakan bahwa di Mekkah ia bermimpi bertemu Rio. Si bungsu yang baru saja meninggalkan alam dunia itu berpesan dalam mimpinya, “Kepergian Rio tak usah terlalu dipikirkan. Rio sangat bahagia disini. Kalo Mama kangen, berdoa saja.”

Namun, pesan itu tak lantas membuat Agnes tenang. Bahkan Agnes mengalami depresi cukup berat, hingga harus mendapatkan bimbingan dari seorang Psikolog selama 6 bulan.

Satu malam saat tertidur, Agnes dibangunkan oleh suara pria yang berkata, “Buka Alquran surat Yunus!”. Namun, setelah mencari tahu tentang surat Yunus, tak ada seorang pun temannya yang beragama Islam mengerti kandungan makna di dalamnya. Bahkan setelah mendapatkan Al Quran dari sepupunya, dan membacanya berulang-ulang pun, Agnes tetap tak mendapat jawaban.

“Mau Tuhan apa sih?!” protesnya setengah berteriak, sembari menangis tersungkur ke lantai. Dinginnya lantai membuat hatinya berangsur tenang, dan spontan berucap, “Astaghfirullah…”

Tak lama kemudian, akhirnya Agnes menemukan jawabannya sendiri di surat Yunus ayat 49: “Katakan tiap-tiap umat mempunyai ajal. Jika datang ajal, maka mereka tidak dapat mengundurkannya dan tidak (pula) mendahulukannya”.

Beberapa kejadian aneh yang dialami sepeninggal Rio, membuat Agnes berusaha mempelajari Islam lewat beberapa buku. Hingga akhirnya wanita penganut Katolik taat ini berkata, “Ya Allah, terimalah saya sebagai orang Islam, saya tidak mau di-Islamkan oleh orang lain!”.

Setelah memeluk Islam, Agnes secara sembunyi-sembunyi melakukan shalat. Sementara itu, Martono, suaminya, masih rajin pergi ke gereja. Setiap kali diajak ke gereja Agnes selalu menolak dengan berbagai alasan.

Sampai suatu malam, Martono terbangun karena mendengar isak tangis seorang perempuan. Ketika berusaha mencari sumber suara, betapa kagetnya Martono saat melihat istri tercintanya, Agnes, tengah bersujud dengan menggunakan jaket, celana panjang dan syal yang menutupi aurat tubuhnya.

“Lho kok Mamah shalat,” tanya Martono.

“Maafkan saya, Pah. Saya duluan, Papah saya tinggalkan,” jawab Agnes lirih.

Ia pasrah akan segala resiko yang harus ditanggung, bahkan perceraian sekalipun.

Martono pun Akhirnya Kembali ke Islam ...

Sejak keputusan sang istri memeluk Islam, Martono seperti berada di persimpangan. Satu hari, 17 Agustus 2000, Agnes mengantar Adi, putra pertamanya untuk mengikuti lomba adzan yang diadakan panitia Agustus-an di lingkungan tempat mereka tinggal.

Adi sendiri tiba-tiba tertarik untuk mengikuti lomba adzan beberapa hari sebelumnya, meski ia masih Katolik dan berstatus sebagai pelajar di SMA Santa Maria, Bandung. Martono sebetulnya juga diajak ke arena perlombaan, namun menolak dengan alasan harus mengikuti upacara di kantor.

Di tempat lomba yang diikuti 33 peserta itu, Gangsa Raharjo, Psikolog Agnes, berpesan kepada Adi, “Niatkan suara adzan bukan hanya untuk orang yang ada di sekitarmu, tetapi niatkan untuk semesta alam!” ujarnya.

Hasilnya, suara Adzan Adi yang lepas nan merdu, mengalun syahdu, mengundang keheningan dan kekhusyukan siapapun yang mendengar. Hingga bulir-bulir air mata pun mengalir tak terbendung, basahi pipi sang Ibunda tercinta yang larut dalam haru dan bahagia. Tak pelak, panitia pun menobatkan Adi sebagai juara pertama, menyisihkan 33 peserta lainnya.

Usai lomba Agnes dan Adi bersegera pulang. Tiba di rumah, kejutan lain tengah menanti mereka. Saat baru saja membuka pintu kamar, Agnes terkejut melihat Martono, sang suami, tengah melaksanakan shalat. Ia pun spontan terkulai lemah di hadapan suaminya itu. Selesai shalat, Martono langsung meraih sang istri dan mendekapnya erat.

Sambil berderai air mata, ia berucap lirih, “Mah, sekarang Papah sudah masuk Islam.”

Mengetahui hal itu, Adi dan Icha, putra-putri mereka pun mengikuti jejak ayah dan ibunya, memeluk Islam.

Perjalanan panjang yang sungguh mengharu biru. Keluarga ini pun akhirnya memulai babak baru sebagai penganut Muslim yang taat. Hingga kini, esok, dan sampai akhir zaman. Insya Allah.\\\


sumber : lampuislam.id

Coba Basahi Kapas Dengan Obat Kumur Ke Ketiak Mu, Dan Ajaibnya Bikin Semua Orang Tercengang!

BacaIntisari - Bagi kehidupan sehari-hari obat kumur hanya diduga untuk membersihkan gigi dan membantu menghilangkan bau mulut. Tapi apakah anda tahu bahwa obat kumur juga berguna untuk efek lain?

Dibawah ini akan kita bahas efek obat kumur yang sangat tak terduga yang bisa anda terapkan dirumah yaitu:


1. Untuk Ketiak
Pada musim panas berjalan dibawah matahari, ketiak akan berkeringat dan mengeluarkan bau yang kurang enak.

Anda dapat mencoba mengunakan obat kumur sebagai deodorant. Taruh obat kumur di kapas dan oles pada ketiak anda. Obat kumur akan membantu untuk menghilangkan bau badan yang tidak enak.

2. Untuk Kaki
Sama dengan ketiak, pada musim panas setiap pekerja yang memakai sepatu akan terasa pengap. Setelah memakai sepatu seharian, kaki akan berkeringat dan akan mengeluarkan bau kaki yang tidak sedap.

Anda bisa mencampur obat kumur dengan cuka dan rendam pada kaki anda selama setengah jam. Ini efektif untuk menghilangkan rasa bau tak sedap pada kaki anda.

3. Membersihkan Toilet
bat kumur tidak hanya bisa membersihkan gigi dan bau mulut ini juga bisa digunakan untuk membersihkan toilet. Siram dilantai toilet dan brush, tidak hanya dapat mensterilisasi dan deodorisasi, juga bisa membuat toilet anda terlihat seperti baru.

4. Desinfeksi Luka
Jika tubuh anda mengelami luka ringan atau luka dan gatal karena gigitan nyamuk. Anda bisa mencelupkan kapan pada obat kumur dan bersihkan dengan lembut bagian kulit yang luka sangat efektif untuk antiseptic.

5. Layar Komputer
Semprot sedikit obat kumur dilayar komputer anda, dan lap dengan kain yang lembut. Tidak hanya membersihkan layar serta bisa meninggalkan aroma mint yang segar.

6. Menghilangkan Bau Sampah
Di tempat sampah dapur dapat dengan mudah terkontaminasi dengan residu makanan, dan akan sangat menyengat pada musim panas sehingga menyebabkan bau yang menyengat.

Anda dapat mengunakan kertas ataupun tissue dapur dan tuang obat kumur diatas kertas tersebut. Kemudian buang kertas tersebut di tong sampah, itu sangat efektif untuk menghilangkan bau sampah, sehingga dapur anda akan segar kembali.

Itulah beberapa efek obat kumur yang kita belum tau semuanya. Setelah anda membaca artikel ini, anda boleh coba dirumah anda masing-masing. Silahkan share ke teman-teman dan semoga bermanfaat bagi semuanya.


Pria Ini Menyuntikkan Spermanya Ke Telur Ayam, Ini Yang Keluar Setelah 10 Hari

BacaIntisari - Banyak kelakuan aneh manusia yang muncul dengan segala perangainya. Beberapa dari mereka hanya menginginkan publisitas dan juga ada yang hanya ingin berbagi hobi aneh pada orang lain.

Dilansir blogmazeer, Seorang pria yang diduga dari Rusia telah melakukan eksperimen yang sangat aneh. Dan mungkin tidak pernah dilakukan oleh ilmuwan manapun di bumi ini.


Pria yang tidak ingin identifikasi dirinya diketahui ini telah menyuntikkan sp3rmanya sendiri ke dalam telur ayam. Untuk menghasilkan raksasa hibrida, campuran mamalia dan reptil.

Atau lebih tepatnya, campuran manusia dan ayam. Setelah melewati berbagai metode ilmiah yang dilakukan di laboratorium swasta. Pria ini telah berhasil menciptakan semacam monster yang belum bernama.

Melalui eksperimen yang tidak etis ini. Pria tersebut telah menyuntikkan sp3rmanya sendiri ke nukleus telur ayam secara ilmiah. Meskipun foto-foto spesiesnya mengejutkan.

Banyak orang mempertanyakan keaslian tentang foto tersebut. Dan menganggapnya sebagai tipuan internet saja.(*)




sumber : tribunnews.com

Ini Daftar Lengkap Harga Pernikahan Kahiyang-Bobby, Jika Ditotal Bikin Ngelus Dompet!

BacaIntisari - Presiden Joko Widodo menikahkan putri satu-satunya Kahiyang Ayu menikah dengan Bobby Nasution Rabu, (8/11/17). Resepsi pernikahan yang berlangsung di Gedung Graha Saba Buana, kota kelahiran presiden Jokowi, Solo, Jawa Tengah berlangsung meriah.

Mulai dari pejabat pemerintah pusat, daerah dan artis juga menghadiri acara tersebut. Jumlah keseluruhan tamu sendiri mencapai delapan ribu orang. Dengan jumlah tamu yang mencapai ribuan dan termasuk tamu VVIP itu, biaya pernikahan Kahiyang-Bobby ditaksir menelan dana hingga miliaran rupiah.


Wedding Consultant dari PT Bahtera Ratu Persada Yuliningtias mengatakan pernikahan putri presiden pasti mementingkan kualitas dari segala aspek. Karena itu, kata dia, dapat dipastikan semua yang dikenakan mulai dari makanan, baju dan pelaminan adalah yang terbaik.

Perempuan yang akrab disapa Ais ini mengatakan, untuk makanan, wedding organizer biasanya mematok harga paling murah Rp 80 juta untuk setiap seribu orang. Menurut Yuli, meski pernikahan ini menggunakan jasa penyedia makanan milik Kaesang Pangarep, anak presiden sendiri, namun tetap butuh biaya untuk membeli bahan baku. “Jadi saya perkirakan untuk makanan saja butuh dana lebih dari Rp 500 juta. Itu baru makanan utamanya, belum makanan ringannya lho,” kata dia seperti dilansir Tempo.co, Rabu, (8/11/17).

Untuk biaya beli pakaian, Ais memperkirakan butuh biaya Rp 20 juta untuk baju pasangan pengantinnya saja. Sementara untuk baju seragam keluarga mempeleai, ida memperkirakan butuh biaya sebanyak Rp 100 juta. Sedangkan untuk biaya dekorasi, dia mengkisar Rp 50 juta habis untuk biaya dekorasi pelaminan. “Lalu biaya foto karena Kahiyang beberapa kali melakukan foto prawedding pasti sampai Rp 25 juta sampai Rp 30 juta,” kata dia.

Selain itu, untuk biaya pembawa acara, Ais berujar biasanya pembawa acara dibayar Rp 5 juta per acara. “Karena pernikahan ini menggunakan lima pembawa acara, maka dana yang dibutuhkan adalah Rp 25 juta,” kata dia. Untuk biaya gedung, karena yang digunakan adalah milik Jokowi maka biaya yang dikeluarkan hanya untuk keperluan listrik. “Kalau gedung sendiri ya seperti orang hajatan di rumah saja,” kata dia.

Seluruh perhitungan itu kata Ais belum memasukan biaya tambahan misalnya untuk jasa keamanan, makanan cadangan, transportasi tamu dan biaya sampingan lainnya. Ais memperkirakan seluruh biaya yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan pernikahan Kahiyang-Bobby mencapai lebih dari Rp 2 miliar. “Diperkirakan menyentuh Rp 2 sampai 3 miliar.”

Namun mewahnya pernikahan Kahiyang Ayu dan kekasihnya Bobby, dibantah oleh Jokowi. Dia menyatakan pernikahan putrinya relatif sederhana, tidak mewah. “Ya relatif-lah ya yang namanya sederhana. Wong kita ini juga punya hajatannya di kampung, ya kan. Gedung juga gedung sendiri. Catering juga sendiri, panitia juga sendiri,” ujar Presiden Joko Widodo sebagaimana dikutip dari siaran pers Istana Kepresidenan, Selasa, (7/11/17).

Presiden Joko Widodo merasa bahwa nikahan putrinya tidak jauh berbeda dengan pernikahan-pernikahan pada umumnya. Rangkaian prosesinya pun, menurut dia, tidak ada yang benar-benar istimewa.

“Jadi jangan dibandingkan dengan yang lain-lain. Kita ini hajatannya di kampung, di daerah, jadi ya adanya seperti ini,” ucap Presiden.


sumber : tempo.co

Al-Quran Sangat Melarang Merebut Suami Atau Istri Orang, Mau Tau Apa Akibat nya?

BacaIntisari - Akhlak dalam Islam sebenarnya tidak pernah memberikan larangan seseorang untuk mencintai orang lain sebab cinta merupakan fitrah yang datang dengan sendirinya tanpa perlu dicari. Seseorang yang mencintai bahkan mempunyai derajat tinggi dan juga mulia disisi Allah subhanahu wa ta’ala dimana seseorang yang memiliki cinta mendalam akan mati syahid dengan beberapa ketentuannya.

Akan tetapi, seorang wanita atau pria yang berusaha mengganggu atau merebut pasangan dari sebuah keluarga terutama kerabat dekat mengartikan sama saja dengan mengambil sesuatu yang bukan milik kita dan bukan termasuk pergaulan dalam Islam sehingga akan menyakitkan untuk keluarga tersebut.

Imam Abu Bakar Ibnu Sayyid Muchammad Syata Al Dimyathi berkata jika seorang yang mati syahid [akhirat] merupakan orang yang mati sebab kecintaan mendalam meski orang tersebut tidak boleh disetubuhi atau dinikahi dengan ketentuan tidak melanggar aturan syariat dan kecintaan tersebut dipendam dan tidak diutarakan pada orang yang dicintainya dan bisa juga dikategorikan pada cinta dalam diam menurut Islam.


Hukum Mencintai dan Merebut Suami Orang

Hukum cinta menurut Islam dan juga merebut suami orang dengan tujuan merusak rumah tangga supaya bisa menikah dengan orang tersebut adalah haram hukumnya. Hal ini berdasarkan dari hadits Abu Hurairah radiiyallahu. Beliau mengatakan jika, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda “Barang siapa menipu dan merusak (hubungan) seorang hamba dari tuannya, maka ia bukanlah bagian dari kami. Dan barang siapa merusak (hubungan) seorang wanita dari suaminya, maka ia bukanlah bagian dari kami”.

Dengan hadits diatas, Imam Abdurrahman Al Juzzairi kembali memberi penegasan jika agama Islam memberi larangan untuk berbuat hal yang merusak hubungan suami istri dan menjadi dosa yang tak terampuni di mata Allah. Akan tetapi, para ulama memiliki perbedaan pendapat pada saat menyikapi seseorang yang merusak hubungan diantara suami dan istri.

Ulama Kalangan Madzhab Maliki
Ulama dari kalangan madzhab Maliki menyatakan jika sesungguhnya orang yang sudah merusak istri orang lain supaya bisa menikahi wanita tersebut sesudah dicerai, haram hukumnya untuk orang tersebut menikahi wanita itu sampai kapanpun.

Ulama Madzhab Chanafi dan Syafi’i
Ulama dari kalangan madzhab Chanafi dan syafi’i berpendapat jika seseorang yang sudah merusak istri dari suaminya, maka boleh dinikahi sesudah dicerai namun masuk ke dalam golongan orang fasiq dan paling ma’siat dan lebih buruk dosanya menurut Allah di hari kiamat.

Hadits Merebut Suami Orang Untuk Dinikahi

Berikut ini penjelasan berdasarkan sunnah Rasul terkait bagaimana hukumnya seorang wanita yang merebut suami orang, antara lain:

Hadits Muttafaq a’laih
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak halal bagi seorang wanita meminta (kepada suaminya) agar sang suami mencerai wanita lain (yang menjadi istrinya) dengan maksud agar sang wanita ini memonopli ‘piringnya’, sesungguhnya hak dia adalah apa yang telah ditetapkan untuknya sesuai dengan kedudukan wanita dalam Islam”.

Hadits Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa menipu dan merusak (hubungan) seorang hamba dari tuannya, maka ia bukanlah bagian dari kami. Dan barang siapa merusak (hubungan) seorang wanita dari suaminya, maka ia bukanlah bagian dari kami.

Hukum Merusak Rumah Tangga Orang Lain

Selain beberapa penjelasan diatas, terdapat hukum Al-quran tentang apabila seorang wanita merebut dan merusak rumah tangga orang lain, diantaranya:

Hukum Ukhrawi
Para ulama sepakat jika hukum merusak bahagia dalam Islam atau mengganggu dan juga merusak hubungan rumah tangga orang lain adalah haram hukumnya dan bagi siapapun yang melakukannya akan mendapatkan dosa dan diancam siksa di neraka serta akan mendapat siksa neraka bagi wanita. Selain itu, Imam Al Haitsami juga mengkategorikan perbuatan dosa ini menjadi dosa yang besar.

Dalam kitabnya yakni Al Zawajir ‘an Iqtiraf al Kabair, beliau menyebutkan jika dosa besar yang ke-257 dan 258 adalah merusak seorang wanita agar terpisah dari suaminya dan merusak seorang suami agar terpisah dari istrinya.

Hadits Nabi Muhammad juga menjadi alasannya, menafikan pelaku perbuatan merusak ini dari bagian umat beliau, dan ini terhitung sebagai ancaman berat. Juga para ulama’ sebelumnya, secara sharîh (jelas) mengkategorikannya sebagai dosa besar dalam Islam. (lihat Al-Zawâjir juz 2, hal. 577).

Hukum Duniawi
Ada dua hukum yang berkaitan dalam hal ini yakni:

Apabila seorang lelaki perusak hubungan wanita dengan suaminya dan wanita tersebut meminta cerai pada suaminya dan sang suami mengabulkan atau sebaliknya, maka apakah pernikahannya adalah sah?. Dalam hal ini, jumhur ulama berpendapat jika pernikahan lelaki perusak dengan wanita korban tindakan hal tersebut adalah sah karena wanita tersebut tidak secara eksplisit dihitung sebagai muharramat atau wanita yang diharamkan baginya. Akan tetapi, pendapat berbeda dikemukakan  ulama Malikiyyah dimana pernikahan tersebut harusnya dibatalkan baik sebelum terjadi pernikahan atau sudah terjadi sebab belum memenuhi syarat pernikahan dalam Islam.

Hal kedua adalah apabila seseorang melakukan perbuatan terlarang ini, apakah akan mendapatkan hukuman di dunia?. Maka para ulama berpendapat jika perbuatan terlarang ini dilakukan maka hakim memiliki wewenang untuk menjatuhkan ta’zir atau hukuman yang ketentuannya sudah diterapkan hakim atau penguasa dengan syarat tidak lebih dari 40 cambukan. Selain itu ada juga yang berpendapat jika hukumannya adalah kurungan penjara sampai bertaubat atau meninggal dan sebagian lagi berpendapat hanya diberi cambukan keras saja dan diumumkan perbuatannya supaya orang lain bisa waspada dari orang tersebut dan supaya orang lain bisa mengambil ibrah.

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” [Surah Ar Rum ayat 41]

“Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat [di dunia] sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali [ke jalan yang benar]”. (As Sajadah ayat 21)

“Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatu pun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktu (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak [pula] mendahulukannya”. [An Nahl ayat 61]

Ketiga surah diatas merupakan pengingat untuk semua orang supaya bisa bertanggung jawab dan juga memikul akibat dari semua perbuatan dan termasuk merebut suami orang lain dan menjauhi hukum karma dalam Islam.

Demikian penjelasan terkait bagaimana hukum merebut suami orang yang sudah berumah tangga dengan wanita lain. Semoga artikel ini memberikan penjelasan dan memiliki manfaat bagi kita sesama umat muslim lainnya.

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!


sumber : dalamislam.com

Ya Tuhan, Tolong Pilihkan Agama yang Baik Buat Saya, Kalau Bisa Jangan Islam

BacaIntisariBagaimana cerita Bapak masuk Islam ?  
Saya sadar Tuhan itu ada. Tapi saya bingung karena banyak agama yg ditawarkan. Saya sebenarnya Kristen, tapi saya tidak sreg dengan beberapa ajarannya. Beberapa tahun lalu saya tertarik pada Islam. Ketika itu saya takut mati. Istri saya Islam dan dia menjalankannya dengan baik. Anak kedua saya, perempuan, juga Islam. Anak lelaki saya tadinya Kristen taat lalu masuk Islam. Lha saya ? jika mati, mati saya tidak jelas.

Saya bingung, Saya berdoa sambil menangis. Tolong pilihkan agama yg baik buat saya ya Tuhan, kalau bisa jangan Islam (tersenyum) Islamkan berat. Lagi enak-enak tidur mesti bangun, sholat. Lima kali lagi sholatnya. Belum lagi puasa. Saya jam sebelas sudah gemeter kalau belum makan. Lagi pula, banyak yg tidak saya sukaa dengan Islam. Kok umat Islam banyak yg jadi pengemis? Banyak yg minta-minta dijalanan untuk pembangunan mesjid? Begitulah dulu saya melihat Islam.


Alhamdulillah, saya punya sahabat. Dia tidak pernah ngomong, Manik ayo masuk Islam, kalau tidak kamu masuk neraka. Nggak. Dia cuma menunjukkan dia muslim yg baik. Dia puasa, dia sholat. Satu hari dia ngajak saya buka puasa. Saya tanya dia apa enaknya puasa. Dia tidak menjelaskan pake dalil agama. Dia pake pendekatan kesehatan. Saat itu kelesterol saya tinggi. Dia suruh saya puasa. Saya nolak. Mana kuat? Jam sebelas saja udah gemeteran. Trus dia mengusulkan puasa senin - kamis saja. Akhirnya saya coba. Istri saya heran. Eh, ternyata saya kuat. Pelan-pelan saya tertarik. Saya sering dengar ceramah di TV, radio, sering baca buku. Akhirnya masuk Islam.


Selama menjadi muslim, ada tidak ajaran Islam yg tidak masuk akal ?

Justru banyak ajaran Islam yg masuk akal saya. Berat memang, tapi benar. Banyak ajaran Islam yg menyentuh perasaan saya. Bayangkan, senyum saja berpahala. Saya banyak berubah setelah berislam. Saya berhenti merokok, minum dan berjudi. Teman saya heran.


Perbedaan paling dasar dalam diri Bapak sejak masuk Islam ?

Banyak. Saya mencoba menjalankan segala perintahNYA dan menjauhi laranganNYA. Sebelum ini saya pelit pada orang. Kalau ada orang susah, saya bilang 'Usaha dong'. Sekarang saya sadar rezeki itu yg saya peroleh tidak mutlak milik saya. Ada hak orang berupa Zakat. Sekarang kalau bisa melakukan sesuatu buat orang, saya merasakan kenikmatan.

Bagaimana Bapak menjaga keislaman Bapak ?
Itu yg paling berat. Saya berprinsip mengalahkan hawa nafsu itu kemenangan terbesar. Saya mulai dari diri sendiri dan keluarga. Kalau anak perempuan saya malas sholat, saya bilang ke dia,'dulu kamu nangis-nangis minta saya masuk Islam. Kamu sholatnya malas. Ayo, pergi sholat sana'. Saya boleh nyiram dengan air kalau mereka malas sholat.


Menurut Bapak, apa yg harus diubah dari umat Islam ?

Saya mungkin agak pedes dalam hal ini, saya mohon maaf. Saya melihat banyak umat Islam yg perlu di Islamkan lagi. Maksud saya bukan bersyahadat lagi, tapi berislamlah dengan memakai ilmu dan nalar, jangan hanya ikut-ikutan atau karena terlanjur Islam. Misalnya saya sering sholat Jum'at diluar. Banyak orang tidak mengerti tata tertib sholat. Mau rapat saja segan padahal rapat dan lurusnya shaf adalah syarat mutlak diterimanya sholat. Disuruh mengisi shaf didepan susah sekali. Shaf pertama itukan pahalanya paling besar. Kalau dia mengerti dan tahu pasti akan berlomba-lomba. Ini karena mereka berislam tanpa ilmu. Kadang saya pengen sekali berceramah, tapi saya tahu kemampuan saya terbatas dan sekarang belum bisa.


El Manik: "Saya Merasa Punya Tuhan Sekarang"


Sepuluh tahun silam, El Manik terbenam dalam kegelisahan hidup. Dia lalu bersujud meminta petunjuk kepada Tuhan agar lepas dari perasaan itu. "Dalam doa saya diberi hidayah untuk menerima kehadiran dia [Allah] di lubuk hati saya," kenang aktor lawas ini.

Sejak itu, lelaki berdarah Batak ini teguh memilih Islam sebagai agama yang dianutnya. Kini, El Manik tak lagi merasa nestapa. Bagi dia, semua suka duka bisa dilalui bersama Sang Pencipta, yang sekaligus menjadi tempat mengadu. "Saya merasa punya Tuhan sekarang," ucap suami Ida Zainun itu, tenang.

Perubahan tabiat pun dialami peraih Aktor Terpuji Forum Film Bandung ini. Dia menjadi semakin sabar dan takut melanggar dosa. Sebagai mualaf, tak semua mudah dijalani El Manik. Awalnya, dia mengaku kesulitan berpuasa atau bangun subuh untuk salat.

Tapi kini, dia bisa menjalani ibadah tersebut secara lebih baik. Cuma satu yang mudah buat El Manik yaitu hafalan ayat Kursi. Sebab, ayat-ayat itu sudah diingatnya di luar kepala sejak berperan sebagai ustad dalam film "Titian Serambut Dibelah Tujuh" pada 1981.

"Itu jadi ayat favorit saya sampai sekarang," seru El Manik. Duh, makin taat aja Om...


sumber : yesmuslim.blogspot.co.id

Wanita Ini Lantunkan Lirik Berbahasa Arab, Setelah Diterjemah Ustadz Yusuf Mansur, Isinya Mengejutkan!!

BacaIntisari - Seorang wanita tidak berjilbab melantunkan sebuah lirik berbahasa Arab. Suaranya merdu. Namun yang menarik adalah, beberapa kali terdapat kalimat “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam” dan “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

“Pagi ini saya mendapat kiriman video dari seorang teman. Merasa tertarik dengan vokalnya lalu saya minta tolong Ustad Yusuf Mansur dan beliau menterjemahkan hadits dalam video ini sejam yang lalu. Lihat maknanya jangan lihat penyanyinya,” tulis Pak Hasan melalui akun Facebook pribadinya.


Ternyata, apa yang dilantunkan wanita itu adalah hadits yang meriwayatkan betapa sayangnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam keluar pada hari raya Ied untuk menunaikan shalat. Beliau melihat seorang anak kecil menangis.

Ketika ditanya, mengapa menangis, anak yang belum mengetahui bahwa yang bertanya adalah Rasulullah, menjawab bahwa ayahnya syahid saat perang bersama Rasulullah. Lalu ibunya menikah lagi. Namun ayah tiri itu mengambil rumah dan hartanya. 

Maka jadilah ia seperti sekarang. Lapar dan tidak punya pakaian yang layak. Saat hari raya ia lebih bersedih karena melihat teman-teman bermain dengan ayahnya sementara ia tidak bisa seperti itu.

Dengan penuh kasih sayang, Rasulullah bersabda kepada anak itu: “Apakah engkau ridho jika aku menjadi ayahmu, Aisyah menjadi ibumu, Fatimah menjadi kakakmu, Ali menjadi pamanmu, Hasan Husein menjadi saudaramu?”

Anak itu menyambut gembira. Ternyata yang di hadapannya adalah Rasulullah. 

Rasulullah kemudian mengajak anak itu pulang, memberinya makan dan memakaikannya baju hari raya.

Anak-anak lain yang melihatnya heran. “Tadi engkau menangis, mengapa sekarang engkau tertawa gembira?”

“Iya. Tadi aku lapar, sekarang aku kenyang. Tadi aku tidak berpakaian, sekarang berpakaian. Tadi aku yatim sekarang ayahku adalah Rasulullah, Aisyah menjadi ibuku, Fatimah menjadi kakakku, Ali menjadi pamanku, Hasan Husein menjadi saudaraku.”

Anak-anak itu berkata, “Aduhai, seandainya ayah kami meninggal saat perang bersama Rasulullah.”





sumber : tarbiyah.net
loading...